Simpang Lima Gumul


Monumen Simpang lima gumul adalah salah satu ikon baru dari kediri. Terletak di persimpangan arah selatan ke Wates/pesantren, Timur Ke Gurah – Utara ke pagu – arah timur laut ke Pare – dan arah ke Barat ke Kota Kediri. Tujuan awal dibangun Simpang Lima Gumul (SLG) adalah sebagai sentra ekonomi baru di Kabupaten Kediri. Sehingga diharapkan roda perekonomian Kediri makin maju.

Sebagai ikon di bangun monumen mirip L’Arch de Triomphe Paris. Orang kediri menyebutnya Kakbah Kediri icon biggrin Simpang Lima Gumul
Karena kalau lewat simpang lima gumul harus muteri monumen tersebut dan berbentuk kotak mirip kakbah. Sangat sering orang yang lewat muter terus karena kebablasan jalur belokannya.

Pembangunan monumen ini diawali sejak tahun 2003. Penggagasnya adalah Bupati Kediri saat ini, Sutrisno. Monumen ini tepatnya berada di Desa Tugu Rejo, Kecamatan Ngasem. Ada yang bilang monumen ini terinspirasi dari “Jongko Jojoboyo” Raja Kediri abad XII yang ingin menyatukan lima wilayah di Kediri.

3419471937 9b15765527 Simpang Lima Gumul

Monumen Simpang Lima Gumul malam hari (es)

3184530860 082038aed3 Simpang Lima Gumul

Monumen Simpang Lima Gumul

jalan slg Simpang Lima Gumul

Jalan seputar SLG

Secara fisik monumen SLG ini seluas 804 meter persegi dengan tinggi bangunannya mencapai 25 meter dan ditumpu tiga tangga setinggi 3 meter dari lantai dasar. Angka-angka tersebut menggambarkan tanggal, bulan, tahun, hari jadi Kabupaten Kediri, yakni 25 Maret 804 Masehi. Di ke empat sisi monumen ada arca ganesha, lambang kabupaten kediri.

naik ganesha slg Simpang Lima Gumul

anak ITB pasti suka Ganesha

Apa isi Monumen SLG? Isinya adalah ruang-ruang untuk pertemuan di di gedung utama dan hall auditorium di lantai atas yang beratapkan mirip kubah (dome), ruang serba guna di “basemen”, diorama di lantai atas, minimarket yang jual souvenir di lantai bawah. Monumen ini juga memiliki tiga akses jalan bawah tanah menuju monumen yang terhubung ke basemen dari tempat parkir.

dome1 Simpang Lima Gumul

Kubah SLG lantai atas (tv)

terowongan bawah tanah slg Simpang Lima Gumul

Jalan bawah tanah SLG

Fasilitas lain di SLG ini adalah Convention Hall atau gedung pertemuan ( dalam tahap pembangunan) ada di selatan monumen, Mall(rencana). Di utara SLG ada jalan 2 arah yang cukup luas dan panjang, sehingga sering di buat balapan liar.

Kalau hari libur monumen ini di buka untuk umum dan bisa naik ke atas.

Kalau mau mengadakan pentas, event di kediri, SLG juga lokasi yg tepat. Jambore nasional VW adalah salah satu event besar terbaru di SLG. Sering juga lomba-lomba di gelar d SLG misal: lomba mewarnai, drag race, dsbnya.

3855782271 d909547952 Simpang Lima Gumul

klub vespa di SLG

Biasanya Pemda Kediri mengadakan pekan seni dan Budaya, pameran produk unggulan Kabupaten Kediri.

Walaupun pembangunan SLG ini mengundang pro dan kontra dari masyarakat Kediri, karena dana yang begitu besar RATUSAN MILYAR.. menggunakan APBD dan ada indikasi korupsi.

slg vs thriompe1 Simpang Lima Gumul

SLG vs L'arch (tv)

Ada yang membandingkan dengan Monumen L’Arch de Triomphe

foto: tves

LOKASI

[wp_geo_map]

Monumen Simpang Lima Gumul

lokasi: Desa Tugu Rejo, Kecamatan Ngasem, Kab. Kediri

Tiket: Rp. 2000 (masuk monumen)

update(3 nov 2010): tambah peta simpang lima gumul

Saturday, May 22, 2010 by Coliq

Coliq

Web Designer/programmer/developer aseli Kediri. Suka utak-atik aplikasi/script open source, wordpress, joomla, dkk.. Founder dari wongkediri.com

Blog · FB · Twitter · Plurk


61 Comments for this post

bara says:
June 5, 2010 at 12:27

Jelas….sebagai orang Kediri di perantauan, saya tidak2 bangga dengan ide Pak Sutrisno ini

Ide mencontek Monumen L’Arch de Triomphe nya orang Prancis jelas menandakan rasa rendah diri terselubung yang dibungkus dengan kegagahan untuk orang awam yang nggak ngerti apa2………..yang pada kagum, padahal kosong pemaknaan dan ide inovasi yang rendah

Kenapa bukan mencoba menggali arsitektur Majapahit, atau bahkan yang lebih tua semisal Kahuripan (Erlangga)………….kita orang Kediri adalah salah satu keturunan baik dalam arti genekologis dan peradabanya

Yang lebih aneh lagi, pakai disandingkan dengan patung2 Ganesha, yang rasanya kurang harmonis untuk Kediri dimana banyak pondok-pondok besar, yang semestinya kita tidak perlu lagi membuat symbol2 berhala, walaupun kita tetap menghargai…..hasil kebudayaan masa lampau kita yang berciri Hindu Budha,……namun urgen kah harus membuat yang baru..?

Tak adakah symbol2 pemaknaan yang lebih cerdas dan jauh dari nuansa symbol2 berhala masa lalu ?

Inilah gagapnya orang desa yang kagetan, dan ketika lewat di Paris, seketika mengambil ide……….dan mohon maaf yang di Kediri, nggak ada apa2 dibanding aslinya di sono, baik dari kualitas seni, kemegahan dan harmoninya…………………………….

Hidup Kediri, minus orang-orang & pejabat yang nganeh-anehi

June 8, 2010 at 8:20

@Bara: saya juga tidak setuju dengan proyek monumental seperti monumen SLG.
basisnya kediri lebih baik di fokuskan pada pemberdayaan ekonomi masyarakat luas. Kediri yg agraris, pertanian di openi, pengairan di cukupi, harga panen diatur.

Pariwisata bolehlah tapi kenapa nggak yg udah ada dimaksimalkan. malah buat monumen
* jd suudzon dana segitu besarnya kemana aja, apalagi santer isu korupsi yang berhenti pengusutannya. Sekarang total dana untuk SLG apa udah sampai Triliun ya?

triongko usdiyanto says:
June 17, 2010 at 7:42

dalam konteks estetika saya setuju2 saja, toh itu demi “harga diri” sebuah kota dan masyarakatnya, tapi…. bangunan yg begitu monumental itu kira2 sudah “pantas dan sepadan”kah dengan nilai dana yang dikeluarkannya itu…maklum saya sich blm melihat sendiri, tentunya tidak banyak yang saya komentari… meskio aku iki wong bandar kidul sing ono neng Tarakan Kaltim

kn says:
June 24, 2010 at 12:30

saya setuju banget dg mas bara.

masedyen says:
July 27, 2010 at 3:05

setuju nggak setuju ya… harus setuju lha wong bangunannya sudah berdiri…. mosok mau dihilangkan…. kebetulan beberapa hari yang lalu aku sempet lewat dan berfoto disitu….

[...] Simpang lima gumul adalah salah satu ikon baru dari kediri. Terletak di persimpangan arah selatan ke Wates/pesantren, [...]

mangundihardjo says:
August 19, 2010 at 2:06

soal pembangunan monumen setuju aja..cuma menyayangkan kenapa konsepnya dasarnya njiplak bangunan dieropa…??? walahwa;ah koyok kediri ora duwe bangunan peninggalan kerajaan ae..seng iso di aplikasikan kedalam bentuk monumen. menanggapi dari saudara bara” saya setuju dengan pemakaian patung ganesha..soalnya berhala atau bukan itu tergantung dari fungsinya kalau cuma dipakai hiasan sih ga’ masalah..kecuali kalau dipakai ibadah nah menurut ajaran Islam itu berhala. (Nuwon sewu niki) mbok yo panjenengan niku ojo sok suci. seng penting kediri tetep adem ayem, Nasionalisme nomor siji…
Wong kediri itu orang yang selalu menghormati leluhurnya baik dijaman animisme, dinamisme, hindu, budha hingga Islam.

Coliq says:
August 19, 2010 at 2:18

@Mangundiharjo: Suci kok pake sok? pengalaman pribadi nih :p

jamane pak Harto adem ayem pak ketoke.. tp setelah 32 tahun ambrol tho?
karena apa? semua semu, tidak sebenarnya. semi2 diktator lah.
setelah ambrol, yg soro yo rakyate tho? dolar dr 2rb jd 15rb, opo ora edan?
Pak Harto dan kroninya isih sugih.

dodok joko says:
August 29, 2010 at 11:05

kediri uuuapik polll,SLG uapik men to???

slamet joko says:
August 30, 2010 at 7:20

saya orang kediri ,kok begitu kowe sutresno.nurun wae kok banggak2 ake dasar ora nduwe utek,mbok kiro wong kediri wes podo makmur,duwet semono akehe mong dinggo niru monumen,wo alh tres tres kebangeten tenan.

September 2, 2010 at 2:50

monumen ini jane luar biasa. jiplak yo ra popo sing penting awet sepanjang massa. Soal arca dan agama semuanya akan baik2 saja.

verry says:
September 6, 2010 at 12:28

mnumen sdah trlanjur d buat, g mngkin bsa d hlangkn. kta liat aj apakh mnumen itu bsa lbih mningkatkan ksejahteraan rakyat sperti janji p. bupati dlu. mdah2an ini bkan ssuatu yg mubadzir yg jstru akan mrugikan sluruh warga kediri.

CoLiq says:
September 6, 2010 at 12:53

@slamet: he2..
@Saiful: kayaknya slaah tangkap deh bacanya
@Verry: yup. sekarang lagi di audit KPK pelaksanaan proyek SLG

windy says:
October 3, 2010 at 9:47

monumennya bagus sbg ikon sebuah kota, meski terkesan meniru prancis punya, tapi its ok kok secara estetika dan arsitektural.. belum ke jatim kalo belum ke simpang lima gumul.. keren

mia says:
October 14, 2010 at 8:02

pak koliq aku juga foto lho di bawah ganesha,katane suami-ku aku gedhenya saingan sama ganesha nya,hiks,..lemu maksudnya huaaa…

anisa says:
October 20, 2010 at 5:48

kediri ancen kota sing pesat perkembangane.hormati pemimpin e..nek enek klerune,ojo seneng nyalahne liyan.ben urusane dewe neng akhirat,ngono kog repot…

Coliq says:
November 3, 2010 at 5:20

@Mia: ha2..ha..
@anisa: siip.. tp pemimpin sing ga amanah bs mendatangkan adzab

jburrrrr says:
November 17, 2010 at 11:09

sak jane akeh wong sing pinter. sing kreatif. sing lbih ngerti SENI……. tapi sing g hbis pikir ko’ Hasile “KOYOK NGUNU”…….. EMAN DUITE.
ni gambaran org indonesia. g Cm bngunan kyk gni tok, Film & sinetron yo podo gilani ne……

jburrrrr says:
November 17, 2010 at 11:16

iT’s just BIG n’ Expensive…….not more

wahyu says:
January 13, 2011 at 7:14

Ide SLG cukup menarik, selain menjadi ikon baru juga berpotensi menjadi bangkitan aktivitas yg diharapkan bisa memau pertumbuhan sekitar wilayah Ngasem.
Masalahnya karena idenya copy paste, akhirnya jadi kurang tepat.Kalau ada rencana fasilitas mall, convention center, dsb…apakah bener fasilitas itu yg dibutuhkan.Jika dibanding dg nilai investasinya vs dampak ekonomi yg ditimbulkan apakah sebanding? Semoga semua hal tersebut sudah terpikir dalam studi kelayakan sebelum memutuskan untuk melaksanakan kegiatan.

marsono says:
January 29, 2011 at 8:00

foto yang patung ganesha kok seperti disembah sembah perempuan2 berjilbab itu?

Coliq says:
January 29, 2011 at 8:42

@Marsono: ga suah berlebihan gt Mas.. cm mau naik tp d semprit satpam

cah jayabaya says:
February 1, 2011 at 2:25

Lha mbok mesisan patungne Ki Sutrisno, ben mengko jenenge Triumph de Sutrisno nJekek. Utawa wonge ae dadekke patung.

rifki says:
February 16, 2011 at 4:44

SLG tambah Water Park, Terminal. Mugo-mugo tambah maju kabupaten dan kotane. Salam buat wong kediri kabeh, dengan berbagai macam kulinernya…..
dari Wong Malang, Keluarga Tinggal di Banjaran, Nggolek pangan neng jakarta. Salam.

hisda says:
March 20, 2011 at 2:05

ada videonya (simpang lima gumul) silahkan dicicipi http://www.youtube.com/watch?v=ji4lM2fqf20

March 24, 2011 at 2:47

Wah … kelihatannya ada foto dari blog saya yang mampir di sini …

Coliq says:
March 24, 2011 at 3:25

@Mbak Tuti: Iya, sudah saya cantumkan sumber fotonya + Link ke blognya Mbak Tuti

Hendrawan Munir Kalia says:
May 7, 2011 at 2:47

Bangunan baru tho ternyata? Saya kira peninggalan jaman Belanda.

Coliq says:
May 12, 2011 at 2:16

@Hendra: yo baru, udah habisin triliunan rupiah

erwan says:
June 13, 2011 at 3:50

ya udah terlanjur berdiri,tinggal orang2 kediri sendiri yg memfungsikan lebih maksimal tugu proliman itu sendiri..eman2 jika cuma sebagai tempat kebanggan yg semu hanya untuk foto2 n nongkrong,bahkan tempat mesum juga..berharap orang2 yg perduli lebih memilih ide pemfungsian tugu itu sendiri mengesampingkan masa kemarin2…trimakasih(komunitas jogjakarta)

Kang Sodiq says:
June 17, 2011 at 8:56

saat itu saya sengaja membawa klrg ke SLG, bungsu saya tanya : – apakah itu pintu gerbang kerajaan Kediri ?…. bukan anakku !! – apakah itu pintu gerbang kerajaan Doho ? …. bukan anakku !!! – apakah itu pintu grbang kerajaan Jenggolo ? …. bukan anakku !!! – apakah itu pintu gerbang kerajaan Pamenang ? …. bukan anakku !!…..trus itu gerbang apa ayah ? … itu adalah gerbang kebingungan !!

agus says:
June 27, 2011 at 11:37

aq baru lewat ke SLG pas sabtu 25 juni kemarin (waktu sambang embah di siman kepung) plannya mo ke Gumul Paradise Island n pas lewat di SLG..aq terdecak kagum karena hebat bener kota asalku dah punya monumen bagus kayak di paris…jadi walaupun pembangunannya yang kabarnya sarat dgn korupsi..yo en..iku tanggungane poro pejabat seng terkait..sing penting bagaimana caranya membuat monumen SLG menjadi lbh bermanfaat dan mendatangkan devisa baru bagi penduduk kab (khususnya) dan all kediri (umumnya)…*mencoba melihat dari sisi yg berbeda*..maturnuwun ya om coliq

Jujur.., saya sebagai warga asli proliman beserta warga-warga asli lainya lebih senang kalo SLG tidak ada n kalo perlu dirobohkan saja. Pembangunan SLG sama sekali tidak berperikemanusiaan n justru mematikan perekonomian kami sebagai warga asli proliman. Lihat saja nasib rumah-rumah n usaha-usaha kecil kami yang makin tidak beraturan tempat dan arahnya n menjadi jalur mati akibat perubahan jalur transportasi…
Fuck SLG…!!!
Fuck Sutrisno…!!!

Rony says:
July 22, 2011 at 8:10

Bagi yang kontra sma SLG, saya yakin diantara panjenengan semua sudah pernah kesana, bahkan tak sedikit yang mengajak sodara2nya yang dari luar kota mengunjungi SLG… pembicaraan dengan porsi kritis biar di pandangkah??seakan menjadi orang bijak??
pemerintah salah!! itu memang benar, tapi apakah kita juga menjadi orang yang munafik?

Rony says:
July 22, 2011 at 8:24

di pelajaran PPKn SD dulu sering ditemukan soal seperti ini:
” Bagaimana sikap kita jika sebagian halaman rumah kita terkena perluasan jalan untuk kelancaran lalu lintas?” tentu saja jawabannya mengikhlaskannya. anak SD aj tau… menentang SLG untuk “saya” atau menentang SLG untuk “seluruh warga kota kediri”??kenapa menganggap pembangunan SLG sebagai pencitraan personal?? buktinya juga sebelum dibangun dulu pas mudik lebaran lalu lintasnya juga kacau balau…itu aj motor belum sebanyak sekarang,,, jika kita kembalikan kepada dasar ini semua sudah takdir,, jika merasa usaha kecil sudah gak karuan,, berarti TUHAN memberikan kesempatan untuk merubah pola pikir dari usaha kecil menjadi usaha besar, dan dengan tempat yg lebih tepat.. tinggal individu masing2 punya keinginan berubah atau tidak?? daripada menghina sutrsno terus menerus, yg adnya nambahi dosa kita, dan doa yg buruk juga tak akan dikabulkan..alangkah baiknya jika kita mendoaknnya saja, jika menurut personal di amerupakan hamba yg kurang bijak, maka doakan saja supaya dibukakan jalan agar dia menjadi baik?? jika benar, sapa tau aj dia insaf trus sadar jika dia pernah mengdzalimi warga simpang lima, trus dia menanggung semua ap yg dibebankan warga simpang lima?? memang kita orang sederhana, tapi lebih baik lagi jika menjadi warga yang sederhana dan beradab..

Coliq says:
July 26, 2011 at 4:33

@Rony: klo dibuat seperti pikirane sampean lak yo bungah poro pejabat. Wong cilik arep piye maneh selain manut, nyawang, ngelus dodo, Koyok ra duwe wakil ae.

coba lihat perkembangan SLG yg lemot. karena apa? krn investor ga mau masuk. Sampean ngerti ga, yg bs masuk proyek slg cm kerabatnya Bapak Direktur PT Kabupaten Kediri saja.
Investor Waterpark itu siapa yg punya?

Sampean bilang warga yg beradab, lha Pejabate beradab opo ga? wong cilik sudah terlalu banyak di lukai Mas..
Jadinya sekarang drpd udah habis triliunan rupiyah.. dan mangkrak, ya gimana caranya SLG bermanfaat.

Sampean tahu Terminal Purwoasri? itu juga karena pejabat yg tidak beradab. akhirnya mangkrak sampei sekarang. Karena apa? karena UUD, memperkaya diri. karena tanahnya Pak Direktur tahun itu, adanya di situ. Trus klo mangkrak siapa yg rugi?
akhirnya biar kelihatan dipake, d buat tempat uji kendaraan.

Padahal sudah ada studi kelayakan sebelum bangun sesuatu. coba bayangkan klo itu terminal di bangun di mekikis, totokan dr arah kediri ke kertosono. InsyaAllah rame, karena itu jalur antar propinsi.

PPKN? kenapa cuma retotika saja? ya karena sistem pendidikan kita yg amburadul.
coba seperti dulu, ada pendidikan budi pekerti. sampean lihat anak SD sekarang yg keberaten bawa buku.. Pinter? iya.. coba aja di adu ama anak sd amerika. siswa kita ga akan kalah (karena kebanyakan materi jd pinter). tp hasil akhirnya kayak apa? ga ahli.

Kesel mas ngomentari ttg pemerintah.. urat segede kacang jd keluar

Rhyfa'_ says:
August 4, 2011 at 10:50

Ajiiiiiiiiiiiip_

teha suseno says:
August 25, 2011 at 6:04

kang aku durung weruh SLG, aku lahir dikediri dulu punya ktp kediri, saiki aku gak duwe ktp. rausah nyandhak pemerintah, wong podho golek benere dhewe.

ajeng says:
October 3, 2011 at 9:00

Assalamu’alaikum..
Salam silaturahim, saya juga cah Kediri mas :)
Ambil sisi positifnya saja. Dengan adanya simpang lima, minimal ada geliat peningkatan secara ekonomi untuk orang2 disekitarnya.

agung bulupasar says:
October 7, 2011 at 10:36

harusnya didalamnya juga diisi foto foto kediri atau sejarah kediri masa lalu

aprel pudjangga says:
December 15, 2011 at 3:54

kediri pemandangan y mantap abiss euy,.

icdha says:
March 10, 2012 at 12:38

kediri jan uapiiik…
po meneh suasana ne gumul yen wanci bengiii….hmmmb..

dian says:
March 11, 2012 at 12:29

alhamdullilah saya di lahirkan di kota kecil yang indah….dan sekarang di nama kan oleh orang2…K.E.D.I.R.I……

efika says:
March 25, 2012 at 1:54

siiiiiiiiiiiiiiiiiiiipppppppppp!!!
1 minggu yg laku saya ksana sma pcr..

April 8, 2012 at 4:16

Setuju mas Coliq,
Pasar arep diganti mall terus sawah arep diganti kawasan industri, wis jelas ning jabodetabek sawah dadi kawasan industri rakyate tetep wae kere, malah kali sing mbiyen bening dadi ireng

Timbang duit di nggo bagun ra nggenah mending dinggo majukne pertanian, sopo sing ngerti yen sari nanas sing ditandur ning lereng kelud terbaik didunia, terus sopo sing ngerti pelem podang iku cuma khas lereng gunung wilis ora ono sing madani.
Terus kenapa kabupaten penghasil sayuran pasar sentranya di kota kediri?
Jarene sutrisno insiyur pertanian walah jebule koncone pake sing mbiyen sering diumbah…

guntur says:
May 10, 2012 at 3:22

Ok. Bangunan yg sudah teralanjur dibangun kita jadikan pembelajaran bersama bahwa suatu perencanaan harus memiliki konsep yg jelas. Jika ingin membuat kota Kediri bangga akan sebuah hasil karya harus digarap dengan mutu arsitektural yg jelas. Sekarang apakah pantas monumen proliman gumul sebagai icon ato landmarknya kota Kediri…nilai dan pesan apa yg ingin disampaikan? kediri butuh seorang Arsitek yg harus duduk dipemerintahan sebagai perencanaan kota untuk menjadikan kediri lebih memiliki tatanan kota yang lebih baik, terkonsep dan tidak ngawur.
Salam dari saya bagian dari masyarakat kediri di desa sukorame.

nesya says:
June 6, 2012 at 12:37

ngikut komen….
emang serba slh d jmn skarang,pemerintah membangun besar2an d sebut mengambur2kan uang rakyat,klu pemerintah tidak bangun apapun di pertanyakan “uang rakyat d buat apa,kok g da buktinya apa2″.
un patung2 sich tergantung dr qt memandangnya dr segi apa,lo aku liat dr sisi seni,bagus kok,cew2 yg berjilbab itu cma ingin foto bukane menyembah patung,masak g tau bedanya mnyembah sama berpose?
Jempol Buat Kota Kediri . . . .

Leo says:
June 18, 2012 at 7:46

Coba klo disekitar monument ditambahin taman2 yg indah & air mancur, pasti akan lebih sejuk, indah & menarik… :)

Cew Kediri says:
June 19, 2012 at 8:31

heeemm…
saya lahir d kediri, besar d kediri, skolah d kediri, kuliah di kediri..
saya bangga jd org kediri..

maslah SLG… RUMIT
Seng omg g sneng kmbek SLG, omg G berguna SLG..

Jajal di eleng eleng..
bangga po g nduwe slg, Truz lak enek hiburan nonton po gak?
tau dolan rono po gak?

GAK USAH MUNAFIK DEH JADI ORANG..
TATANAN ENDI SENG SEMRAWUT??

YO MESTI SEMRAWUT SITU JUALAN NE DI PINGGIR JLAN ALIAS PKL..

PLISS DEEEHHH….

July 13, 2012 at 2:50

setuju…

AWI says:
July 17, 2012 at 2:17

baru saja saya cari di search engine tentang simpang lima kediri setelah di beri tahu teman, dan sedikit kaget..kok sama dengan arch d triump nya Perancis, aduuhh maaf, ini sengaja meniru atau memang kehabisan ide? saya lebih bangga jika bentuk dan model nya mengikuti model kerajaan Kediri atau Mojopahit, atau khas Jawa Timur, atau apalah yang benar2 INDONESIA, selama ini saya koar2 Malaysia sebagai negara penjiplak/peng-klaim..oh no ternyata di Propinsi saya sendiri ada jiplakan yang nyata sekali kelihatan menjiplak Arch de Triump Perancis..Please….

aris says:
August 21, 2012 at 2:28

Coliq@ orang yg banyak komentar sam aj dengan tong kosong nyaring bunyinya… Pura2 pinter tapi nol di otaknya, seblm dibangun pasti sudah ad kajian terlebih dahulu, fungsi, manfaat, dan sosialnya, jika di survei banyak rakyat kediri yg gak keberatan, paling cmak segelintir yg bebrbeda pendapt sah2 aj seperti anda, saya tetep bngga dengan aikon kota kediri,,,,( jangan lupa setiap kebijakn dan keputusan pasti ad pro dan kontra) tinggal bagiman kita menyikapinya secara positif dan bermanfaat

September 5, 2012 at 7:42

repot musuh wong saiki, kate mbangun dicelathu, kate gawe dalan dicelathu, wong kari ngrasakno enak’e ae ngomel.. ngomong ae mari kenek parkir rong ewu gak trimo..

Coliq says:
September 6, 2012 at 10:37

gini lho Ndaa..
SLG itu total biayanya dr awal sampe sekarang hampir 1 triliun lho

cb d bangun untuk pendidikan atau pertanian.. efeknya jauh lebih luas.

contoh nyata Univ brawijaya yg masih nunut saja masyarakat sudah merasakan dampak +.

sekarang pengairan pertanian jg susah, cb di buatkan mbung/waduk kecil sehingga pertanian lebih bagus. dan terobosan lainnya lah, uang banyak gitu hanya satu objek.

orang luar negeri aja bisa lihat klo itu buang2 duit.
cb lihat gumul, paradise island punya siapa? cenderung ke KKN masbro makanya perkembangan Gumul lambat.

Okelah Bupati suka pariwisata, tapi dana segitu besarnya hanya untuk itu?
lihatlah, orang kediri sebagian besar juga petani. apa program untuk mereka? jangka panjang?

BTW, karena nasi sudah jd bubur, mari jadikan bubur ayam yg enak. mau ga mau :(

Coliq says:
September 6, 2012 at 10:44

contoh lain,
Coba itu kampung inggris di berdayakan gimana biar makin besar, dikenal lebih jauh lagi.

@Aris yg pinter banget: sampean pura2 ga tahu juga?
Benarkah pejabat kita bener2 peduli rakyat?
atau peduli proyek?

lihat itu terminal purwoasri? apakah pakai studi kelayakan dulu? pasti.
tapi mengapa gagal total jendral?
kenapa?
karena kepentingan pribadi diatas kepentingan rakyat.

jangan pura2lah

bunga says:
November 13, 2012 at 11:37

Nyuwun sewu commentator sedaya…
Njenengan menawi mboten cocok kaliyan program pemkab lapor mawon teng DPRDne…
mboten angger njeplak kemawon amargi mboten migunani lan ngentasi gawe…malah nambahi bludrek masyarakat ingkang sampun sumpek amargi angele ngupoyo arto.
kakehan cangkem gak nyelesekno masalah.

cew kediri says:
November 30, 2012 at 9:38

itu mah derita loe….

pemerintah udah susah2 nyiapin smuax..mlah te2p di komentarin..coba loe aja duduk jd bupati..jgn sok pinter n jd pahlwan kesiangan deh..

semua pembangunan di kediri saya lihat cukup merata kok..klu di desa loe gak merata..komplen dunk ma yg bersangkutan..

klu mau ngmg mslah pembgunan..plis deh semua butuh proses..
loe bgun rumah jg btuh proses..
pembagian dana itu psti ada cuy..cuma loe aja yg tutup mata..
buka dunk mata loe.. jgn merem n nyalahin pemerintah mulu…
tunjukin prestasi loe..
jgn cuma ngmg doank..n terxt loe g bs apa2..
gak malu apa ma omgan loe

richard says:
December 18, 2012 at 4:56

Monumen yang ada udah bagus untk mencapai gol nya , karena ini konsepnya CDB maka mau nggak mau harus menggandeng partnership yang membidangi mall , super market, juga dunia intertaint dengan cara memperlunak perijinan , lakukan partnership maintenance , agar mereka bisa kita tarik untuk mempercepat akselerasi pertumbuhan CDB itu sendiri dan saya berharap kita konsisten dengan semangat melanjutkan konsep yang ada yaitu pembangunan CDB untuk menjadi efek multipel bagi perekonomian setempat. salam dari arek suroboyo tq

December 18, 2012 at 5:29

Jasa Translate Murah – Wah bangga campur sedih tiap kulihat simpang lima gumul.
karena Dibalik kemegahannya, ada kasus korupsi tingkat DEWA. :(

Anang DS says:
December 30, 2012 at 11:06

Dulu saya senang dengan SLG, namun saat ini saya merasa biasa saja, hambar,

1. BUAT APA MEMBUAT KARYA YANG NOTABENE ADALAH CONTEKAN
2. SLG ITU UNTUK APA ? ICON KABUPATEN KEDIRI ? CUIH, SLG ITU GAK LEBIH HANYA UNTUK TEMPAT MAKSIAT DI MALAM HARI (KALAU GAK PERCAYA BISA CEK SENDIRI MULAI DIJADIKAN TEMPAT REMANG2 DAN MABUK2AN)
3. SLG JUGA DIJADIIN TEMPAT BALAP LIAR DAN SIALNYA POLISINYA NGEBIARIN AJA
4. PEMBANGUNAN NGANGKRAK, SAYA YAKIN ADA INDIKASI KORUPSI
5. KONSEP DAN KEGUNAAN GK JELAS

Endang Rachma says:
February 13, 2014 at 6:48

I Love Kediri :-*

Kediri Bersinar Terang

Leave a comment

Name (required)Comment
E-mail (required)
Website

pencarian dari search engine: Apa Karakter OrAng KeDIrI KasaR - toko sport di kediri - simpang 5 gumul - desa batu aji kediri - jadwal waktu sholat pare kediri - kyai pondok mantenan - foto bus jaman dulu - perumahan baru di kediri - jual buku komputer kediri - www radioRWS net - Cara menghias nasi goreng arang kediri - harga kasur toko indra mebel dan elektronik pare - rumah jamur kediri - kaos i love kediri - pasar pahing tempo dulu - kandangan kediri jaman belanda - rute UNP KEDIRI - denah layout gor joyoboyo kediri dwg - Gambar hotel ris kediri - tokoh tokoh sastrawan dari kerajaan kediri - kebun preng kediri - resep bakso mama - gambar model lesehan bambu - asal usul jalan kelud di mojokerto - asal mula kota pare -



css.php