Wajah Kediri, Tempo Dulu dan Sekarang


JALAN Jembatan Brantas Lama adalah julukan untuk Jembatan Sungai Brantas yang tertua di Kediri. Jembatan ini merupakan yang terlama dibangun jika dibandingkan dengan dua jembatan lainnya, yakni jembatan di sisi utara dan sisi selatan.

Ketuaan jembatan ini membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri menutup jalur masuk untuk mobil dari sisi timur, mulai pukul 06.00 hingga 18.00, tiap hari kerja. Pertimbangannya sudah jelas, jika mobil dibiarkan masuk pada jam-jam tersebut, beban jembatan itu makin berat dan akan cepat rusak.
jembatan lama 1900 Wajah Kediri, Tempo Dulu dan Sekarang

Seiring dengan usianya yang sudah ada sejak jauh sebelum tahun 1940, jembatan Brantas itu adalah salah satu saksi sejarah perjuangan menuju kemerdekaan di Kediri dan sekitarnya. Jembatan itulah tempat pertama yang diserbu tentara Jepang sebelum menguasai seantero Kota Kediri.
jembatan lama 1955 Wajah Kediri, Tempo Dulu dan Sekarang

Penyerbuan itu terjadi pada 5 Maret 1945. Sejak saat itulah, sesuai tertulis dalam buku Kediri dalam Lintasan Sejarah, Masa Penjajahan dan Kemerdekaan, Jepang mencengkeramkan kekuasaannya di Kediri, dan juga Indonesia pada umumnya.

Ada dua sebab yang melandasi sahnya kekuasaan Jepang. Pertama, penyerahan kekua-saan Belanda ke Jepang di Ka-lijati, dan kedua adalah dikeluarkannya Undang-Undang (UU) Nomor 1 oleh Jepang. Dalam Pasal 1 UU itu disebutkan, bala tentara Jepang melangsungkan pemerintahan militer untuk sementara waktu di daerah yang ditempatinya.

Dengan landasan itu, dan diperkuat perangkat militernya yang jauh lebih lengkap dan modern, Jepang pun membangun tempat-tempat penting bagi pemerintahannya. Salah satunya adalah dengan menjadikan gedung bergaya benteng di sisi barat jembatan lama Kediri sebagai gudang mitraliur.

Gedung yang dibangun Belanda pada tahun 1850 itu, di setiap sudutnya terdapat pos pertahanan untuk mengawasi kesibukan lalu lintas di jembatan dan Sungai Brantas, yang dulu berfungsi untuk transportasi air.

brantas club Wajah Kediri, Tempo Dulu dan Sekarang

HANYA Jembatan Lamakah saksi legenda Kediri? Ternyata tidak. Cukup banyak tempat-tempat legendaris di “kota tahu” ini. Hanya saja, mungkin karena legenda-legenda yang ada jarang disosialisasikan, masyarakat khususnya kalangan remaja, tak banyak tahu tentang bagaimana tempat-tempat itu di masa lalu.

Bila dicermati dari kisah sejarah yang dibahas dalam Simposium Sejarah Kediri pada Juni 1985 lalu, beberapa bangunan di kawasan kota adalah tempat-tempat penting Kediri tempo dulu.

Kawasan Pasar Pahing di Jalan HOS Cokroaminoto, misalnya, dulunya ternyata bukan pasar. Jauh dari sangkaan orang, kompleks Pasar Pahing pada tahun 1800 pernah menjadi rumah dinas Bupati Kediri waktu itu, Pangeran Slamet Poerbonegoro.

Tentu saja anak-anak muda Kediri tak tahu masa lalu Pasar Pahing, karena pasar itu sekarang menjadi salah satu pasar tradisional yang sibuk. Setiap pagi, antara pukul 05.30 hingga 09.00, Jalan Cokroa-minoto di sekitar Pasar Pahing selalu macet oleh lalu lalang kendaraan dan mereka yang berbelanja.

“Saksi” sejarah lain adalah bekas Rumah Dinas Residen Kediri di Jalan Jaksa Agung Suprapto No 2 Kecamatan Mojoroto. Rumah dinas dengan halaman luas ini diperkirakan dibangun pada tahun 1860-an. Pasalnya, di rumah kecil di halaman rumah terdapat sebuah lonceng besi bertuliskan tahun 1860.

Di era Orde Baru hingga awal-awal reformasi, rumah dinas yang megah itu digunakan untuk Kantor Pemban-tu Gubernur wilayah Kediri. Semenjak bergulirnya otonomi daerah pada tahun 2001, jabatan pembantu gubernur dihapus sehingga sejak setahun terakhir kantor itu kosong alias tak digunakan.

Pabrik Gula (PG) Meritjan di Desa Mrican, Mojoroto, juga terasa monumental jika mengingat kisahnya pada Juni 1945. Ketika itu pabrik tersebut dibom oleh pesawat pengebom B-25 milik sekutu. Begitu pun dengan bangunan Klenteng Tri Dharma Tjoe Hwie Kiong di Jalan Yos Sudarso, yang dulu merupakan representasi kawasan pecinan lama Kediri.

BERGUNAKAH warisan arsitektur tradisional maupun peninggalan-peninggalan kolonial itu? Menurut Guru Besar Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Diponegoro (Undip) Semarang Prof Ir Eko Budihardjo MSc, di Indonesia hal ihwal konservasi arsitektur semacam itu masih menjadi “benda aneh.”

Dalam buku Arsitektur, Pembangunan dan Konservasi yang dieditori Eko disebutkan, upaya konservasi bangunan-bangunan kuno sering dianggap menghambat pembangunan, atau dituding cuma memenuhi tuntutan nostalgia belaka.

“Padahal, di negara maju konservasi lingkungan binaan sudah menjadi cabang ilmu tersendiri. Konservasi dan pembangunan tak lagi dilihat sebagai dua aspek yang bertentangan, tetapi justru saling mendukung bak dua wajah dari keping uang yang sama,” katanya.

Singapura pernah keliru, karena membongkar bangunan-bangunan kuno untuk memberi tempat bagi gedung baru yang serba modern dan berteknologi canggih. Akibat-nya kemudian, kunjungan turis mancanegara menurun karena mereka tak bisa lagi menikmati keunikan khas kota singa itu.

Menyadari hal tersebut, Pemerintah Singapura kemudian menggalakkan pelestarian atau konservasi. Baik itu konservasi arsitekturnya (seperti tetap dipeliharanya gedung Hotel Raffles), maupun lingkungannya (semacam China Town, Little India, dan Kampung Melayu).

Kesadaran itu memang datang terlambat, tetapi toh hasilnya tereguk juga. Kini kunjungan turis mancanegara ke Singapura kembali ke angka normal karena suguhan yang bervariasi. Mulai dari yang berwajah kuno sampai yang berpenampilan modern.

Sudahkah Pemerintah Kota dan Kabupaten Kediri memiliki kesadaran akan konservasi arsitektur dan lingkungan binaan. Rasanya masih jauh. Ji-ka selama ini gedung-gedung tua dan legendaris itu masih utuh, itu lebih disebabkan belum ada investor yang berminat membangun gedung baru di situ. Bukan karena alasan konservasi.

Di samping itu, ada kendala birokrasi yang menghambat fungsionalisasi gedung tua. Se-perti rencana pemanfaatan bekas kantor pembantu gubernur di Jalan Jaksa Agung Suprapto, yang wewenangnya masih di tangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Pemerintah kota tidak dapat mengubah atau memaksimalkan penggunaan terhadap gedung kosong itu karena masih milik pemerintah provinsi,” kata Kepala Sub-Dinas Hubungan Masyarakat Pemerintah Kota Kediri Kusharsono. (ADI PRINANTYO)

Sumber asli: Kompas, Selasa, 30 April 2002

kutipan web: arsitekturindis

Foto:  paulus rizal

update: 2 mei 2010 – tambah foto

Monday, February 19, 2007 by Coliq

Coliq

Web Designer/programmer/developer aseli Kediri. Suka utak-atik aplikasi/script open source, wordpress, joomla, dkk.. Founder dari wongkediri.com

Blog · FB · Twitter · Plurk


63 Comments for this post

Ega Adi Pratama says:
August 28, 2007 at 4:24

Thank . .

Ega Adi Pratama says:
August 28, 2007 at 4:24

Thank . .

Ega Adi Pratama says:
August 28, 2007 at 4:24

Thank . .

Ega Adi Pratama says:
August 28, 2007 at 4:24

Thank . .

tonick says:
November 26, 2007 at 3:23

we…gambare endhi?

vieka says:
December 28, 2007 at 12:57

Kediri memang harus beraubah
memang harus beda dari tempo doeloe ma sakiki
kalo enggak…Apa Kata Dunia??
Gak maju dhoong. Tapi masalahnya, industri di Kediri gak begit banyak pilihan (rokok mulu). Jadiny banyak SDM-nya lari ke daerah lain.
Contohnya ya aku ini..nyangkut di Makassar…

Rama says:
April 8, 2008 at 12:05

ada yang punya info tentang sejarah kediri dari zaman kediri kerajaan ga? saya juga butuh info tentang budaya kediri salah satunya 1 suro di petilasan pamenang….. ada yang punya infonya …?
bisa mampir di sini : http://divprogramkstv.blogspot.com … matur nuwun …. :)

tango says:
April 16, 2008 at 11:09

HP sampeyan kok tidak bisa dikontak ya?

coliq says:
April 25, 2008 at 12:06

Wah lama ga jumpa Pak :)
Moga2 Tabloidnya makin laris ^_^

Nomor sy seperti di web wongkediri.com, masih hidup :)
ini linkny:
http://wongkediri.com/main/?act=page_kontak.full

masKariyono says:
May 15, 2008 at 4:17

aku masih ingat saat aku masih kecil dulu di sebelah timur dari pada jembatan lama tepatnya di sebelah sisi selatannya ada sebuah dermaga kecil tapi mungkin sekarang tak tampak lagi karena teruruk pasir dan sebelah timur dari tangkis kali brantas ada warung “MARHAEN ” yang jualan tahu lontong enak banget sekarang sudah gak ada .

Djarot Saksono says:
May 23, 2008 at 8:04

Iya bener banget … aku jadi inget selalu diajak mbah kakung ku jalan kaki makan di marhaen itu … masih inget bagnet tahu goreng nya yang gede2 itu … kediri memang paling berkesan …. kalau ndak salah warung marhaen cat nya hijau ya ???

Djarot Saksono says:
May 23, 2008 at 8:11

kalau tidak salah untuk pelestarian bangunan tua memang harus dipertahankan, PR buat Pemda kediri, setahu saya dengan bergulirnya waktu banyak rumah2 penghuni lama di sederetan jalan Diponegoro yang berpindah tangan …. bangunan megah dan pastinya arsitektur nya kuno …. dan pemda telah/masihkah mengharuskan tidak boleh mengubah arsitek asli untuk kepemilikan baru ???
Semoga tetap dipertahankan sehingga kota kediri tetap cantik ….

wong edan says:
June 27, 2008 at 9:59

Wajah tulisan kediri yang sarat guratan gambar kang samsul

Helmi says:
July 2, 2008 at 1:20

Sayang banget bila bangunan-bangunan tua harus tergusur dan lindas oleh mall-mall dan pusat perbelanjaan. Bangunan itu menjadi saksi sejarah perkembangan Kediri. Seperti bangunan di jl. Yos Sudarso, deket pasar setono betek, pasar pahing, jl. Dhoho dan banguna di barat sungai. Yang saya sesalkan adalah pembangunan mall di Alun-alun yang merampas lahan publik. Terbukti ternyata sepi dari minat pengunjung.
Udah lama juga saya tidak pulang ke Kediri, kangen banget dengan sambal tumpang dan pecelnya, nasi goreng, soto Branggahan, Soto Bok Ijo, tahu takwanya.

By,
Ahmad Helmi (vespandok.wordpress.com)
Aseli Cah Kediri, tepate Cah Branggahan
Saiki golek sego nang Jakarta

gilang.m.p says:
July 3, 2008 at 1:42

KEDIRI KOTA KELAHIRANKU,MAJU TERUS,JANGAN SAMPAI MUNDUR….!!!CAYO.
DARI
ANAK
SMA NEGERI 6 KEDIRI.

Hendra PP says:
July 16, 2008 at 9:46

untuk mas helmy, di jakarta sudah ada perkumpulan orang2 dari kediri? klu udah di mana sekretariatnya, and klu belum, mbok ya di bentuk mas, ma kasih….

coliq says:
July 16, 2008 at 10:04

@ Hendra PP
Perkumpulan wong kediri di jakarta namanya Sanyuri(Santi Paguyuban Kediri)
http://www.sanyuri.org/ yang dibentuk sejak tahun 1973. Webnya masih dalam pengembangan.

Kemarin tanggal 8 Juni 2008 ada reuni akbar, penggagasnya yo poro sesepuh, kebanyakan perwira tinggi TNI.

Klo lebih spesifik lagi juga banyak seperti alumni sma 1 kediri atau alumni smada kediri, ikamandiga – alumini MAN 3 dsbnya.

asrori says:
August 19, 2008 at 4:19

Salam kenal,

Kalau ada info anak SMAN Grogol yang ada di jakarta,mohon infonya

Thanks

laila says:
August 30, 2008 at 9:45

salam kenal ya…buat ank kdri yg gnteng,imut,cantik,,,klau ada info dr SMADA KEDIRI kirim imail ya ke laila-cimut@yahoo.com…. Thanks…..

Eka Yuda says:
November 5, 2008 at 11:52

gini bos…soal wacana ato sejarah di atas..itu bukan menunjukkan kediri g pengen maju MEN!!!
Tapi wacana diatas itu menunjukkan suatu kebingungan pemerintah KEDIRI. Gini meen coba tengok daerah yg memiliki bnyak sejarah n skr pun msih di istimewakan warga nya daerah mana tuh??BALI ya benar…BALI!!!bukan warga saja yg mengistimewakn sejarah BALI but WISATAWAN ASING LOHHH!!!
Trus apa hubungannya dgn kebingungan pemerintah kediri??
kita liat cuplikan tulisan diatas…
“Dalam buku Arsitektur, Pembangunan dan Konservasi yang dieditori Eko disebutkan, upaya konservasi bangunan-bangunan kuno sering dianggap menghambat pembangunan, atau dituding cuma memenuhi tuntutan nostalgia belaka.”….
uth kan??mereka2 yg ingin membangunsesuatu entah MALL ato REAL ESTATE ato apalah..itu mengatakan bhwa…”..cuma memenuhi tuntutan nostalgia belaka…”. Dan pemerintah kota kediri tetep mempertahankan..jare wong kediri “eman2 lek di rusak…ngoyo2 nggawene…”.Wew..jadi serba bingung mo di hancurkn ato di pugar???kita perlu tnya dlu ma pemkot..”kira2 klo di lestarikan apa manfaatnya??trus nanggung yah klo cuman memugar 1-2 situs bersejarah??SEKALIAN SAJA BANGUNAN2 KUNO JANGAN DI ROMBAK!!!JADIKAN TEMPAT WISATA ATO TEMPAT YANG MEMILIKI DAYA TARIK WISATAWAN ASING!!!JANGAN SETENGAH2!!kn sama saja kn??sama2 memberikan income tambahan ke pemkot brusa devisa..”. Tul g temen2???jdi klo mo buat sesuatu jgn setengah2..jdinya nanggung gituh akhirnya smpe2 di sepelekan sana sini n jg dbilang..”..cuma memenuhi tuntutan nostalgia belaka…”..hheheehe…

untuk pendapat dari mbak VIEKA itu harus dpertanyakan dlu…brubah tuh dr artian brubah gmn gituh…klo soal mental dan paradigma soal dunia kerja yaah memang harus di ubah..WONG KEDIRI STIDAKNYA PUNYA JIWA DAN MENTAL NGENGKEL(BISA BERSAING)!!DARI PADA TERTINDAS OLEH KRISIS EKONOMI, PERSAINGAN GLOBAL!!tpi klo brubahnya soal bangunan??yaah g taw lagi…coba dbayangkan dlu klo se KODYA KEDIRI itu udah dpenuhi oleh bangunan2 perkantoran, hotel, resort, pabrik2, mall…wew…penduduk kodya kediri mo tinggal dmn hayo??hehe…yahh paling tidak sprti ini aja dah cukup…krna buat nyari air brsih n murni skr mah susah atuh..klo kediri dah dpenuhi hal sprti itu…TIDAK ADA KOMPROMI lagi…psti airnya yg semula alami, bangung sumur aja dah kluar air segar…jd penuh polusi..KOPROH!!lgian klo kediri jd kota penuh dgn bangunan2 perkantoran, hotel, resort, pabrik2, mall…wew…boring lage…orang2 kyk aq ma mbak VIEKA mah…dah bosen liat mall2!!dah bosen liat air keruh!!kebetulan, aq nyangkut di SBY neh..harapanQ KEDIRI tetep asri..dan segar baik air, ato udara, serta pemandangannya..kwkwk..jgn fiktor loh yah!!!mksudQ pemandangan alam skitar..hehehe…PISSS!!!

Koes wardiyanti says:
August 5, 2009 at 10:34

Gimana kabarnya kediri,…. bisa carikan info linknya smu negeri 3 kediri

ibud pribadi says:
August 20, 2009 at 8:58

salam kangen buat wong kediri, khususnya teman-temen
SMA 05 angkatan 1990, kalau sempet baca pesanku ini tolong bales, akau sekarang jadi orang Semaran…, tks….

basoeki says:
October 15, 2009 at 8:27

Kemarin pulang kampung pas liburan, eh ternyata mall di alun-alun sepi peminat tidak banyak orang di dalam yang paling rame justru di sekitar patung Mayor Bismo.
Bayangkan kalau dibuat taman koyok opo ramene???.

Bangunan tua harus dipertahankan dan dirawat dengan baik seperti bangunan di jalan Diponegoro dekat kantor pos itu masih lumayan belum banyak berubah.

Kalau bangunan baru kayaknya cepat bosan nih, panas n gak sesuai arsitektur lokal. Lha di Kediri musim cuma 2 aja bikin bangunan gaya Eropa emang ada salju dan es di situ.

Saya asli orang Kediri tepatnya Ngadiluwih yang dekat sumber itu tapi airnya kalau musim kemarau kering padahal dulu tidak pernah kering. Simboke arek-arek juga asli Kediri tepatnya Donayan Gang I utaranya Kantor Pos.

coliq says:
October 16, 2009 at 1:14

setuju Pak, di eropa itu yg eksotis karena banguna tua d pertahankan dan d rawat.
salam kenal

dina nur farida says:
January 21, 2010 at 11:06

saya asli kediri tepatnya kel. Jagalan. Saya ingat dulu ortu pernah cerita bahwa jagalan namanya wonokarti (ato apalah,aku lupa). ada yg tahu sejarahnya? tolong dong dimuat n klu ada foto2 kediri jaman dulu. Bravo Kediri. -from sidoarjo

rudi says:
January 28, 2010 at 2:03

ojo crito wae trus gambare endi?

coliq says:
January 30, 2010 at 4:27

@Rudi: drpd komentar, kirim dung :)

ringgo says:
February 19, 2010 at 8:16

untuk kotaku yang cantik tlong jgn pembgnan meluulu .perhatikan rayat miskin di pedesaan utakan kesejahteraan kesehatan.klo sehat rayatnya biar pintar cari duit.ndak jagakne ndoke pitek blorok ngenodk

ringgo says:
February 19, 2010 at 8:33

kami banggga klo kdri maju kami yug jauh di kalimantan samarinda ..salam buat tahu takwa ne.nasi pecel jln doho.usahakan untk genersi muda tingkatka sdm mu supaya klo adu nasib di kota lain tdk kalah karo perantauan kota lain.ojo andalane kerjo kasar.yo koyo aku iki 15 tahun ningalno kdiri urung iso dadi direktur .tapi harus bangga jadi warga kdri rayate mabur teko endi 2.kanggo alumni wong kdri sing di jklt salam dari ringgo wong kdri di kaltim

laksari says:
March 22, 2010 at 3:36

MasRinggo DI kALTIM DI Smd yooo,,,Aku di Bpp,,,sebagai perantauan wahhh seenneeng banget iso nimbrung crito kampung halaman…Kediri Harus berbenah,,,ciptakan lapangan kerja yg bermanfaat tuk daerah ojo kabeh sing pinter2…metu nyang luar pulau kabeh…Bravo Kediri,,,

YOGA says:
March 25, 2010 at 10:07

SAYANG KOQ GAK ADA GAMBAR/FOTONYA KEDIRI TEMPO DOELOE, YA.

DHANY SETIAWAN says:
March 27, 2010 at 8:57

kediri oke I love u fulll>>>????/

DHANY SETIAWAN says:
March 27, 2010 at 8:58

kediri itu oke,,, tapi aku da di lombk skarg…! so… aku kangen kediri >

coliq says:
March 27, 2010 at 2:45

@Danny: Kalo d lombok ilmunya dah habis di serap, balik ke kediri Mas.. di bangun kedirine :)

coliq says:
March 27, 2010 at 2:47

@YOga: Nah itu Mas, kalo ada kirim ke saya dah nanti kita pasang

leny says:
April 6, 2010 at 7:59

walau Q sekarang jauh d’batam tapi kenangan d’kediri g akan bisa Q lupakan jadi teringat waktu SMA naik gunung maskumambang / klotok sama sohib Q d’sebelah makam boncolono Qt berdua berteriak sekencang2nya melepas semua beban di hati….
sekarang d’batam Q g bisa menemukan tempat seindah d’kediri I so miss u my city “KEDIRI”

April 19, 2010 at 11:31

Saya Agus wong Kediri asli 1000% tolong bantu aku info dimana alamat produsen Jahe instan dll merek YALELE yang diproduksi oleh MULTAZAM Kediri. Aku temukan produk tersebut di GOLDEN SWALAYAN Kediri. Trims. infonya. email aja ke agussaldas@yahoo.com

May 2, 2010 at 11:37

Udah di update, tambah Foto

tiang kediri says:
May 11, 2010 at 9:35

ada yang punya, silsilah berdirinya kota kediri samapi sekarang yang sudah bisa menjadi salah satu kota yang megah…….

kalau ada yang punya, tolong ea….
filenya dikirim ke – email qUch “ezzhaiendh@ymail.com”…
thankkssss….

LIGA DIMAS TIANTO says:
May 13, 2010 at 2:48

I LOVE KEDIRI UNTIL I DIE.(nek gak eroh artine golei dek kamus)

Setyo Wibowo says:
May 14, 2010 at 10:51

Bagus! Di tahun 70an banjir sering melanda Jembatan Lama ini air busa sepinggang kalu sdh begini sekolah pasti libur

May 14, 2010 at 11:23

Waah, Coliq nggawe website iki to… tas ngerti aq, tapi mantep tenan, cah.. =D

Pengen pulaaang… kuangen ki karo kutha Kediri.. sego pecel tumpang ora ono sing nandingi…

May 31, 2010 at 4:26

nanti kalo aku jadi presiden akan kuhapus kediri utamanya nasi pecel tumpang tempe waras campur bosok

May 31, 2010 at 4:28

kediri gk bagus lebih bagus klaten

CoLiq says:
May 31, 2010 at 4:59

@Haris: iri tanda tak mampu ^_^
Btw presiden yg ke Kediri sering lengser habis itu :) cek aja :D

alfan says:
June 28, 2010 at 8:10

sby jare ate teko milad pondok lirboyo ke 100..
wah siap2 gawe data capres baru iki..
pas karo milad kota kediri ke 1131..
n milad kabupaten kediri ke 1206..

anyes says:
June 29, 2010 at 10:28

Nice blog, jadi tahu wajah kotaku di masa yang lalu…..

CoLiq says:
June 30, 2010 at 8:50

@alfan: Weh bener mbah, biasane presiden sing nang kediri habis itu lengser.
@Anyes: suwun

alfan says:
July 4, 2010 at 9:08

tgl 22 juli jare sido teko..
wah kudu nyiapne teks pidato pengunduran diri iki..

mangundihardjo says:
August 18, 2010 at 2:16

tata kota kediri..kacau pokoknya…berawal dari awal tahun 90an….kayaknya bapeda kota kediri dulu ga’ melihat 15 tahun kedepan..makanya bangunan pabrik di daaerah kota di acc..misalnya dikawasan desa semampir….kacaulah pokoknya….!! makanya sekarang baru merasakan akibatnya…yaitu polusi udara…kotor..seperti yang dialami warga didaerah kecamatan gampeng rejo…

CoLiq says:
August 18, 2010 at 2:35

@mangundihardjo: iyo mas.. aku pernah merasakan sendiri pas di daerah Putih. Jok motor berdebu kayak ada abu.. ternyata setiap hari begitu, mulai kelihatan sore hari. makanya kelihatan ga ada polusi :)

yUnia says:
September 8, 2010 at 9:38

wow,,,,kotaq yang dulu kayak ternyata….

September 13, 2010 at 5:47

wah… jadi tau seluk beluk kota kelahiranku…

thanx infonyaaa… blog yang baggusss ..
XD

soni says:
December 13, 2010 at 7:03

slam knal aja

verro says:
January 6, 2011 at 10:26

owowow kenangan manis ane dermaga samping jembatan

eddy says:
February 7, 2011 at 1:01

Kediri oh Kediri, banyak kenangan di kota ini,

amee says:
April 12, 2011 at 5:29

wong kediri perantauan.. tipikal wong indonesia.. kakehan sambat padahal g ngasi kontribusi opo opo.. klo pengen kediri maju..pulang dan bangun daerahmu..ojo cuma nyalahno wong!!!..

if_fun says:
June 8, 2011 at 9:05

^_^ maju terus kediri ku………… >_<

July 4, 2011 at 8:54

wow kota yuanstina pura,, tetap jaya sampai sekarang..?!!!
suatu anukgrah terdahulu sebelum kita lahir,,,

julie says:
August 19, 2011 at 2:32

kediri I LOve You Full…..

Nasrudin says:
August 27, 2011 at 3:40

Kediri Kota Kelahiranku, Smoga kan Slalu Bersemi Abadi Slamanya, Amiien.

jiono says:
February 26, 2012 at 9:33

kasih info dong asosiasi alumni STMN kediri….?

michail hu says:
November 25, 2012 at 6:07

semoga web ini tetap langgeng, sebagai sarana komunikasi orang kediri, baik yang jauh di luar kota atao yang didalam kota

Leave a comment

Name (required)Comment
E-mail (required)
Website

pencarian dari search engine: makassar tempo dulu dan sekarang - penyiar radio wijangsongko kediri - masjid agung kediri - http://wongkediri net/bangunan/gor-joyoboyo-kediri htm - bahasa nganjuk - kantor pos di pare kediri - muasis pp jampes - apa hubungan sejarah daerah jowah dengan siman kediri jawa timur - telp hotel selopanggung kediri - jadwal sholat kediri - banjarnegara tempo dulu - gambar gunung kelud kediri - foto ngentot lonte pasar pahing - pesan pizza daerah jawa timur kediri - jual bibit jamur macemdaerah jawah timur - mobil truck kuno - radio joyoboyo fm - kata kata jawa timur kasar lucu - map jl gringging kediri - radio online kediri - sepesial sabal kediri - Nama dan alamat Stikes negeri di jatim - adat istiadat kerajaan kediri - rahasia nasi goreng kediri - kuliner kediri kota -



css.php